Malam Jumat Bersama Rakyat: Jejak dan konsistensi Kepemimpinan UNGGE Di Desa Pelandia Dalam Merawat Harmoni Desa.



Pelandia,- Di tengah berbagai tantangan pembangunan desa, kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat menjadi modal sosial yang sangat berharga. Hal inilah yang terus ditunjukkan oleh Kepala Desa Pelandia, Ungge, yang secara konsisten menghadiri kegiatan Yasinan setiap malam Jumat selama masa kepemimpinannya.

Bagi sebagian orang, kehadiran seorang kepala desa dalam kegiatan keagamaan mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi masyarakat Pelandia, kehadiran tersebut merupakan simbol nyata bahwa pemimpin tidak hanya hadir saat rapat dan kegiatan formal, tetapi juga berada di tengah masyarakat dalam ruang-ruang kebersamaan dan spiritualitas.

BACA JUGA: Pembelajaran di IAI Rawa Aopa Berajalan Lancar,Mahasiswa Antusias ikuti Pembelajaran Hybrid

Kegiatan Yasinan malam Jumat telah menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah desa dan warga. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, berbagai aspirasi, harapan, bahkan persoalan masyarakat sering kali tersampaikan secara alami dan penuh keakraban.

Selama kepemimpinan UNGGE sebagai Kepala Desa Pelandia, tradisi ini terus dijaga dan didukung sebagai bagian dari upaya membangun desa yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai sosial dan keagamaan. Kehadiran beliau secara rutin menunjukkan komitmen bahwa kepemimpinan bukan sekadar menjalankan program, melainkan juga merawat kedekatan dengan masyarakat yang dipimpin.

BACA JUGA:Hukum Harus Berpihak Kepada Masyarakat?Tidak. Hukum Tidak Boleh Berpihak Kepada Keadilan.

Dalam kesempatan Tersebut Kepala Desa Pelandia menyampaikan bahwa, membangun desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menjaga kebersamaan, memperkuat ukhuwah, dan hadir bersama masyarakat dalam setiap momentum kebaikan.

Lebih Lanjut UNGGE menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung setiap kegiatan keagamaan yang dapat memperkokoh ukhuwah kehidupan beragama di desa pelandia di tengah berbagai macam perbedaan pemahaman dan cara beragama khususnya di internal umat islam.


"Perbedaan pemahaman dan cara beragama, khususnya di kalangan umat Islam, merupakan hal yang telah lama ada dan menjadi bagian dari khazanah keilmuan Islam. Perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan atau memecah belah persaudaraan. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga ukhuwah Islamiyah, saling menghormati, dan mengedepankan sikap toleran terhadap perbedaan yang ada." Lanjutnya.


Pemerintah Desa Pelandia Berharap melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna ini, terbangun hubungan yang erat antara pemerintah desa dan masyarakat, sehingga tercipta suasana desa yang harmonis, religius, dan penuh rasa kekeluargaan. 




Laporan:TimRedDesaPelandia

0 komentar:

Posting Komentar